Showing posts with label iklan. Show all posts
Showing posts with label iklan. Show all posts
Saturday, August 20, 2016
Gerhana Matahari Total Kali Ini Kota Palu dikenal Dunia Tanpa Iklan
Gerhana Matahari Total Kali Ini Kota Palu dikenal Dunia Tanpa Iklan

Dari kota palu, oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengungkapkan Kota palu tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk dikenal seluruh dunia. Fenomenal gerhana matahari total (GMT) yang akan terjadi pada Rabu 9 Maret besok akan membuat nama kota Palu mengguncang seluruh dunia.
Kata Longki "kita harus bersyukur kepada Allah karena dengan adanya GMT kali ini membuat dampak yang luar biasa. Sebuah promosi tanpa harus mengunggah iklan karena fenomenal alam , tanpa dengan biaya yang tinggi , masyarakat dari luar negeri dan dari-dari mana datang" seperti yang kami dapat informasi pada laman Liputan6.com Selasa 8/9/2016.
"Dengan adanya gerhana matahari total ini, Sulawesi Tengah khususnya Palu kini sudah dikenal oleh dunia dan akan berdampak juga pada perekonomian," tambah Longki.
Khusus untuk di Palu, Longki sendiri menjelaskan hampir 3.000 wisatawan mancanegara yang sudah terdata. Sekian banyak dari turis yang terdata untuk menyaksikan gerhana matahari ini mereka memilki profesi sebagai peniliti dan juga keahlian dibidang astrologi, sangat beda dengan turis yang ada di Bali.
"Seperti yang sudah dilihat, mereka bukan turis biasa yang hanya mencari kesenangan ke Indonesia seperti turis di Bali yang hanya telanjang dan mabuk-mabukan disini (Indonesia). Tetapi mereka benar dari peniliti, terdidik serta alamiah." Ungkap Longki.
Thursday, August 18, 2016
Tahun Depan Iklan Google Tunduk dengan Keinginan Steve Jobs
Tahun Depan Iklan Google Tunduk dengan Keinginan Steve Jobs

Teknopoin.com -Kini Google memaksa buat para pengiklan untuk mengambil jalur dari iklan dengan model format Flash.
Mesin pencari raksasa di didunia tersebut baru saja membeberkan, bakal akan menggantikan iklan dengan format buatan Adobe tersebut dengan HTML5 di Google Display Network serta DoubleClick Digital Marketing.
Seperti yang Kami kutip pada laman KompasTekno yang dirangkum dari Venture Beat, Rabu 10/2/2016. untuk semua jenis pengiklanan untuk masa yang akan datang tidak bisa untuk mengunggah iklan dengan bentuk format Flash setelah tanggal 30 Juni 2016 nanti.
Disamping itu juga katanya untuk pengiklanan yang berbentuk Flash di jaringan Google Display Network atau juga dengan DoubleClick yang akan ditetapkan mulai dari tanggal 2 Januari 2017 akan datang.
Google juga menekan kan seperti yang ditulis oleh Google pada akun resmi Plus milik Adword " Sangat penting untuk memperbaharui setiap tampilan iklan ke format HTML5 sebelum tanggal berlaku penerapan pengiklanan yang akan datang". cetusnya dalam dalam akun tersebut.
Langkah kebijakan yang diambil oleh Google dari bidang pengiklanan ini adalah seakan telah mewujudkan keiinginan salah seroang pendiri Apple yaitu Steve Jobs. Semenjak pada tahun 2010 Steve Jobs sempat melakukan aksi protes dengan adanya teknologi Flash yang dikembangkan oleh Adobe. Menurut Steve Jobs dengan adanya teknologi Flash tersebut membuat setiap perangkat menjadi lambat, dan tidak hanya disitu saja, Steve Jobs mengambil tindakan keras adalah untuk semua jenis perangkatnya Apple diharamkan untuk menyematkan Flash.
Steve Jobs juga sempat memperkirakan untuk Flash tidak bisa bertahan lama, akan mati digantikan dengan HTML5 yang iming-iming terbilang unggul dari pada perangkat mobile.
Sebelmunya juga untuk perusahan - perusahaan yang besar dengan basis internet sudah mengambil sikap untuk melarang untuk penggunaan Flash pada situsnya. seperti yang diketahui format Flash sangat mudah dibajak dan ada banyak program yangberbahaya didalamnya.
Salah satu perusahaan yang sudah banyak memberikan informasi atau kampanye untuk pelanggaran menggunakan format Flash adalah Google sendiri. pada Januari 2015 lalu, salah satu situs streaming yang populer (Youtube) sudah mulai beralih untuk jenis video dengan format Flash ke HTML5 secara default.
Kemudian pada bulan 9 September, Google telah mengerjakan tugas untuk memblokir setiap iklan atau Video yang menggunakan format Flash pada peramban yang mereka miliki adalah Chrome.
Selain pihak Google sendiri yang sudah menerapkan kebijakan beralih ke format HTML5, oleh sosial media yang menduduki peringkat kedua (Facebook) juga sudah mengambil langkah untuk mengubah vidoe yang masih dengan format Flash beralih ke format HTML5. Alasan yang diperoleh juga sama dengan Google, bisa kemungkinan besar membukan jalan bagi peretas yang tidak bertanggung jawab nantinya.
Untuk format HTML5 itu sendiri adalah pilihan yang tepat untuk menggantikan Flash yang berguna untuk menjalankan fungi dari animasi, game yang memang dianggap lebih stabil serta mendukung ekosistem layanan mobile.
Monday, August 8, 2016
Twitter Dihebohkan dengan Iklan Aplikasi Gay
Twitter Dihebohkan dengan Iklan Aplikasi Gay

Teknopoin.com - Ternyata tak hanya emoji dan Sticker Lesmian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang muncul secara terbuka untuk beberapa aplikasi perpesanan umum dan media sosial, seperti halnya Facebook, WhatApp, dan Line saja. Baru-baru ini ada kabar munculnya sebuah aplikasi khusus bagi komunitas yang kelainan itu. Nama aplikasi yang dimaksud itu adalah Blued, dan itu jelas muncul pada iklan yang dibawa oleh aplikasi Twitter.
Yang parahnya lagi cover iklan dari aplikasi ini sangat jelas dibubihi dengan gambar ciuman antara laki-laki dan juga diselipkan dengan kalimat ajakan untuk pengguna Twitter untuk mengunduhnya.
Pernyataan yang ditulis pada promosi aplikasi Blued di Twitter adalah seperti ini bunyinya "Gay? Bergabung dan unduh app, temukan gay lain juga!" seperti itulah ditulis pada laman Twitter.
Seperti informasi yang Kami dapat dari hasil penelusuran, aplikasi Blued tersebut sudah diunduh sebanyak 500.000 kali oleh penggunanya. Motif aplikasi itu adalah seperti tempat berkumpulnya para gay dengan gay lainnya untuk bisa mengenal antar sesamanya dan kemudian bisa membuat janji untuk bisa bertemu.

Disamping itu, oleh pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), telah melakukan tidak lanjut dengan meminta sepakat para pemain Over The Top (OTT) terbesar di dunia ini, seperti Facebook, Twitter, dan sosial media lainnya untuk melakukan self cencorship dengan konten-konten yang ada unsur negatifnya.
Seperti yang diungkapkan oleh kepala Pusat Informasi dan Humas, Kemkominfo, Ismali Cawidu " Sebagai contoh untuk market di Indonesia, kita seharusnya mengedarkan konten-konten yang sesua dengan norma-norma dan budaya kita (Indonesia), karena negara Indonesia dibangun atas kontruksi yang sangat menjunjung tinggi agama agama", pada keterangan resmi saat pihak OTT sepakat untuk melakukan self cencorship baru-baru ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)